Rabu, 25 September 2013

Kombinasi Karakter

Koleris-Melankolis (Super Power) : orang-orang dengan pendirian yang kuat dan tidak mudah terpengaruh. Orang koleris-melankolis adalah pemikir sejati dan perfeksionis. Mereka memiliki tekad yang sangat kuat dan usaha yang juga kuat. oleh karena itu, mereka memiliki banyak prestasi atau pencapaian hidup yang memuaskan. Mereka sering terlibat dalam aktivitas organisasi, kadang bersikap terlalu serius dan tidak mentoleransi adanya cacat di dalam sebuah organisasi. Orang koleris-melankolis cocok menjadi pemimpin yang tegas, bertanggungjawab dan kharismatik. Oleh karena itu, banyak yang mengagumi sosok si koleris melankolis ini. Namun hati-hati, karena tak sedikit pula orang-orang yang tidak nyaman dengan pemikiran orang koleris melankolis yang terlalu ‘saklek’ menganggap pendapat dialah yang paling benar dan sering komplain, sehingga tak sedikit pula orang yang tidak suka dengan orang yang memiliki kepribadian Koleris melankolis. Orang koleris melankolis kurang suka dengan hal-hal yang tidak berguna, misalnya bercanda dan bermalas-malasan. Orang-orang seperti ini juga memiliki pemikiran yang mendalam terhadap sesuatu atau seseorang, sehingga jika dia sudah mencintai sesuatu atau seseorang, dia bisa menjadi sangat concern atau overprotective serta loyal, namun jika dia sudah membenci atau tidak suka pada sesuatu, dia akan mendendam. Orang-orang koleris-melankolis biasanya terlihat pula dari sifat dan sikapnya yang ‘cool’ dan terkesan sombong. Pemilik kolaborasi kepribadian ini biasanya mencari pendamping hidup yang bisa mengimbangi pemikirannya, memujinya dengan tulus dan patuh terhadap segala aturan yang dibuat olehnya.

*Melankolis-Koleris (Perfection) : Tak jauh berbeda dengan kombinasi kepribadian yang telah dibahas sebelumnya, pemimpin yang kharismatik, berwibawa, dan bertanggungjawab, namun, perbedaannya, orang melankolis-koleris lebih berperasaan, perfeksionis, namun masih menjunjung tinggi toleransi. Ketika ada bawahan yang berbuat salah, mereka sering memaklumi. Sifat kolerisnya cenderung tersembunyi, tertutup empati. Di mana dia seringkali membayangkan bagaimana jika dia berada di posisi orang lain, orang tipe ini sangat peka terhadap lingkungan sekitar, dan sangat berinisiatif dalam melakukan tindakan. Berhubung melankolisnya lebih dominan, sebenarnya dia tidak mentoleransi adanya kesalahan, namun dia seringkali tidak tega menyalahkan orang-orang sekitar, sehingga orang dengan kepribadian seperti ini cenderung sering menyalahkan diri sendiri dan mengeluh. Ataupun jika dia kesal kepada seseorang, dia cenderung memendam kekesalannya di dalam. Meskipun tak jarang ia juga sering bersikap tegas kepada orang yang berbuat salah. Orang dengan tipe ini lebih banyak diidolai orang-orang, karena selain pandai memimpin, empatinya pun tinggi. Orang dengan kepribadian melankolis-koleris biasanya mencari pendamping hidup yang dapat memotivasinya dari dalam. Karena orang dengan kepribadian seperti ini memiliki potensi yang luar biasa, namun mudah down.

*Koleris-Sanguinis  (Active Energetic): Manusia dengan tipe kepribadian ini adalah seseorang yang pantas menjadi motivator hebat. Ia seringkali menjadi inspirasi bagi banyak kalangan. Ia pemimpin yang terbuka dan menyenangkan. Orang tipe ini biasanya memiliki kemampuan bicara yang tidak hanya memotivasi, tapi juga membuat banyak orang tertawa dan terinspirasi. Orang koleris sanguinis sangat supel (mudah bergaul) dengan siapa saja. Dia tetap berwibawa namun terkesan tidak sombong. Lebih down to earth. Dan orang-orang seperti ini biasanya memiliki kemampuan yang tinggi untuk mempengaruhi orang. Ia sangat fleksibel, dan optimis. Permasalahan yang serius, ia akan tangani dengan serius pula, namun ketika ia mengalami kegagalan atau tidak tercapainya suatu target, dia akan berlapang dada, bahkan tertawa, bukan putus asa ataupun menyerah. Ia akan berusaha merayakan kegagalan dengan upaya lain yang lebih kuat lagi. Orang seperti ini mau belajar, cepat belajar, dan tanggap akan peluang-peluang di sekitarnya. Dalam memimpin pun ia mudah dekat dengan bawahan dan rekan-rekannya. Sehingga, orang tipe ini cenderung sangat amat banyak memiliki teman dari berbagai kalangan. Kelemahannya, mereka cenderung pelupa dan melupakan kejadian-kejadian yang menurut orang lain penting. Namun ia melupakannya. Oleh karena itu, orang yang ‘perasa’ akan banyak tersinggung oleh orang koleris-sanguinis, karena merasa tidak dipentingkan, orang-orang koleris sanguinis sering lupa akan hal-hal kecil yang dianggap istimewa oleh beberapa orang. Orang dengan tipe ini biasanya mencari pendamping hidup yang kalem namun bisa diajak ceria, tidak pemurung, tidak membosankan, dan mudah diajak tertawa.

*Sanguinis-Koleris (Cheerful Energetic) : Tidak jauh berbeda dengan yang telah dijabarkan di atas, perbedaannya orang dengan kepribadian dominan sanguinis lebih cheerful dan sering melakukan guyonan-guyonan terhadap orang-orang penting seperti pemerintah atau orang-orang yang mereka anggap terlalu ‘freak’ dalam memimpin. Orang tipe ini bisa memimpin dengan baik jika ditunjuk, namun dalam suasana santai, mereka cenderung melupakan bahwa sebenarnya mereka memiliki jiwa pemimpin. Selebihnya sama dengan penjabaran Koleris-sanguinis.

*Koleris-Phlegmatis (Beautiful Calm) : Jenis kepribadian ini sangat bertolak belakang, namun kita bisa menemukannya pada orang-orang yang ‘diam-diam menghanyutkan’. Pendiam, namun sebenarnya dia menyimpan banyak prestasi dan aktif di bidang-bidang yang ia tekuni. Orang dengan tipe kepribadian seperti ini memiliki rencana-rencana hidup yang matang sekaligus misi yang terstruktur  dalam  mencapai rencana-rencana tersebut, namun ia tidak terlalu mengharuskan sesuatu berjalan dengan keinginannya, ia adalah pemimpin yang lebih fleksibel dan mengutamakan kepentingan golongan dibanding kepentingan pribadi, lebih berbaur, tidak terlihat menonjol seperti pemimpin-pemimpin lainnya yang memiliki tipe kombinasi koleris yang lain, namun sebenarnya ia memiliki potensi yang besar. Jika dilihat secara sekilas, orang-orang seperti ini cukup kalem atau santai dalam menghadapi berbagai masalah, bahkan terkesan sering menggampangkan suatu perkara. Namun hal ini baik, mengingat hidup ini seperti air mengalir, dijalani saja. Orang seperti ini, meskipun santai, namun memiliki kontrol diri yang sangat kuat untuk maju secara bertahap, tanpa mengusiik ketenangan orang lain. Maksudnya, dia tidak suka memamerkan usaha-usaha dan apa yang telah ia peroleh ke publik, dia cenderung lebih diam, dan berfokus ke dalam, namun ketika dia bergerak, hasilnya tak bisa disangka-sangka. Orang dengan kepribadian seperti ini tulus dalam memberi, pemimpin yang cinta damai, tidak mudah terprovokasi karena hal-hal sepele, lebih berlapang dada, dan orang seperti ini cocok menjadi tim sukses, karena ia seringkali berada di belakang orang-orang sukses. Orang Koleris Phlegmatis adalah pendukung setia yang bisa diandalkan. Oleh karena dalam kehidupan sehari-harinya cenderung pendiam, kalem, orang-orang koleris-phlegmatis membutuhkan orang-orang yang cheerful untuk melengkapi hidupnya.

*Phlegmatis-Koleris (Honesty) : Tipe ini hampir sama dengan tipe “Koleris-Phlegmatis’. Hanya saja kadar santainya cenderung lebih dominan. Lebih menggampangkan sesuatu, lebih sering menunda-nunda, namun, ia pun sebenarnya memiliki jiwa pemimpin yang baik, yaitu pemimpin yang tidak terlalu menuntut anak buahnya, namun pemimpin jenis ini cenderung sering dikaitkan dengan jenis pemimpin pemalas. Padahal sebetulnya, bisa saja ia sedang menyusun strategi, namun karena pembawaannya yang santai, usaha-usahanya tidak terlihat. Orang jenis ini tidak ‘riya’. Maksudnya, dalam melakukan sesuatu, tak perlu ada orang yang melihatnya dan memujinya. Mereka tidak haus pujian, mereka hanya melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Hanya itu. Tidak mengharapkan mendapat pujian, sanjungan, ataupun simpatik, ia jujur apa adanya. Dan selebihnya, hampir sama dengan tipe ‘Koleris-phlegmatis’ si diam-diam menghanyutkan, ia membutuhkan orang yang ceria untuk membuat hidupnya lebih berwarna. Meskipun, dengan sifatnya yang pendiam, ia tak merasa terganggu, ia menikmati sifatnya yang cuek dan pendiam.

*Melankolis-Sanguinis (Deeply Sweet) : Manusia seperti ini adalah tipe pendengar yang baik, oleh karena itu, mereka seringkali memiliki hubungan intrapersonal yang baik dengan sahabat-sahabatnya, sesuai untuk dijadikan teman curhat. Mereka adalah sahabat yang baik dan penuh pengertian. Mereka hanya terbuka pada orang-orang yang mereka percayai atau teman-teman dekat mereka. Orang dengan tipe kepribadian ini memiliki mood yang tidak stabil (berubah-ubah), alias moody. Jika moodnya sedang baik, ia akan sangat bersemangat dan melakukan tugas-tugas dengan cepat dan baik. Namun, jika moodnya sedang buruk, ia akan menjadi pemalas dan pemurung. Mereka supel namun seringkali membuat blok-blok kenyamanan dalam berteman. Mereka tidak akan nyaman berada di lingkungan yang bukan merupakan bloknya. Maksud blok di sini ialah ada beberapa orang yang ia yakini sebagai teman sejati untuknya, yang ia merasa nyaman berada di dekat teman-teman itu, namun ada beberapa orang yang ia yakini bahwa dia bukan teman sejati, dalam arti dia kurang nyaman berteman dengan orang-orang tersebut. Namun, hal tersebut tidak membuat orang dengan tipe kepribadian ini menjadi tidak ramah. Ia ramah pada siapapun, sekalinya orang ramah padanya, ia akan lebih ramah lagi, namun, ketika ia mendapati bahwa ada beberapa orang yang tidak ramah padanya, dia akan menjauhi, hal ini bukanlah dendam, namun untuk menghindari ketidaknyamanan. Oleh karena itu orang tipe ini biasanya lebih banyak menghindar. Orang melankolis-sanguinis adalah orang yang terlihat ceria dan mudah tertawa jika bersama teman-temannya, namun pemurung jika sendiri. Oleh karena itu, mereka cenderung labil. Terkadang kau bisa menemukan orang melankolis-sanguinis tertawa-tertawa bersamamu, namun beberapa saat kemudian kau menemukan ia mengirim pesan singkat padamu bahwa ia sedang sangat sedih. Moodnya berubah cepat, semakin sering sendiri, semakin sering dia menggalau. Hal ini juga terjadi pada orang dengan kepribadian “Melankolis-koleris”. Persamaan lain juga terletak pada kepekaan. Orang “Melankolis-sanguinis” dan “Melankolis koleris” sama-sama memiliki kepekaan yang tinggi terhadap orang-orang dan lingkungan sekitar. Orang melankolis sanguinis sering memuji dan mudah kagum pada seseorang menurut kriterianya, mereka cenderung ingin selalu membahagiakan orang lain, bahkan meskipun harus mengorbankan perasaan sendiri. Orang-orang seperti ini senang memotivasi orang dari dalam. Orang melankolis-sanguinis adalah orang-orang yang baik hati, ramah, dan lebih senang bermain daripada membicarakan hal-hal serius yang tidak ia sukai. Orang dengan kepribadian ini mencari pendamping hidup yang ramah, supel, tidak terlalu serius, dan dapat menerima apa adanya.

*Sanguinis-Melankolis (Friendly) : hampir sama dengan kepriadian Melankolis-Sanguinis, namun kombinasi kepribadian dominan sanguinis seperti ini lebih cheerful, mudah tertawa, moody juga, namun ia lebih cepat move on dan ceria kembali. Suatu perkumpulan akan sepi tanpa kehadirannya, karena biasanya orang-orang dengan kepribadian seperti ini meramaikan suasana. Namun, di balik keceriaannya, mereka juga bisa sedih dan galau jika ada masalah, mereka cenderung sering bercerita dan lebih terbuka akan masalahnya dibandingkan dengan tipe Melankolis-Sanguinis. Mereka lebih sering bertanya mengenai pendapat orang tentang dirinya, meminta pendapat orang-orang terdekatnya mengenai bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ia hadapi, orang-orang seperti ini lebih terbuka akan blok-blok, mereka cenderung supel pada semua blok, tak peduli dengan kenyamanan, mereka mampu berteman menyenangkan dengan siapa saja, mereka ingin membuat semua orang senang (sama seperti orang Melankolis-Sanguinis) namun mereka lebih tegas, maksudnya, tidak akan sampai rela mengorbankan perasaan sendiri. Orang sanguinis-melankolis adalah sahabat yang baik dan ceria, kehadirannya selalu mengundang tawa, dan terkadang berisik. Memiliki selera humor yang tinggi dan senang tertawa. Orang-orang seperti ini tidak se’peka’ orang melankolis-sanguinis ataupun orang melankolis-koleris. Orang sanguinis-melankolis cenderung lebih mementingkan perasaan pribadi daripada orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, ia lebih senang didengar, daripada sekedar menjadi pendengar. Orang seperti ini sangat cocok bersahabat dengan orang berkepribadian melankolis-sanguinis, karena orang-orang tersebut bisa mendengarkan dengan ikhlas tanpa merasa bosan. Bahkan orang-orang melankolis-sanguinis senang menjadi tempat curhat bagi orang lain. Orang denga tipe sanguinis-melankolis seperti ini membutuhkan pendamping hidup yang lebih bijaksana, tegas, berwibawa, dan mampu mendengarkan dengan ikhlas curhatan-curhatannya tanpa merasa bosan.

*Melankolis-Phlegmatis (Purity) : si baik hati yang selalu menerima sesuatu apa adanya. mereka berteman tanpa syarat yang aneh-aneh. mereka apa adanya dan sangat loyal terhadap sahabat-sahabatnya. Dan meskipun mereka memiliki sifat santai dalam dirinya. Hidupnya tetap terstruktur dan penuh kedamaian. Perlahan-lahan tetapi pasti, itu yang sering mereka lakukan dalam menyelesaikan tugas-tugas. Tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat, namun hasilnya baik. Orang dengan tipe seperti ini tidak neko-neko dalam mencapai target-target hidup. Ia memiliki target, namun jika melenceng, ia tidak akan lantas menyalahkan diri sendiri dan tenggelam dalam keterpurukan serta penyesalan yang mendalam. Mereka akan berjalan terus melanjutkan perjuangan pencapaian target, tanpa penyesalan. Bagi mereka, yang terpenting adalah prosesnya, bukan hasil akhir dari sebuah perjuangan. Dalam berteman, mereka adalah teman yang baik, ramah dan pengertian, namun mereka cenderung melihat sesuatu dari perspektifnya, maksudnya, jika menurutnya hal itu salah, ya salah, namun jika menurutnya hal itu benar, ya benar. Namun, mereka tidak mengambil pusing tentang perbedaan pendapat di luar diri mereka. Mereka seringkali berpikir bahwa hidup ini pilihan, dan terserah masing-masing mau bagaimana menjalankan kehidupan. Apa yang mereka yakini, tak akan membuatnya dibenci orang lain karena dalam meyakini sesuatu, mereka tidak menargetkan atau memaksakan orang-orang pun harus meyakini apa yang mereka yakini. Mereka hanya sekedar memberi tahu, tanpa paksaan, jika orang-orang tergerak untuk memahaminya, mereka akan sangat bersyukur, namun, jika tidak, yasudah, mereka tak akan memaksa, itu hak masing-masing manusia dalam menentukan pilihan. Orang dengan tipe kombinasi seperti ini cenderung teguh pendirian, memegang prinsip kuat yang mereka yakini, dan tidak mudah terpengaruh oleh apa kata lingkungan. Hampir sama dengan orang melankolis dominan kombinasi yang lain, orang tipe ini mudah terharu atas apa yang membuatnya terharu, mereka pun pendengar yang baik bagi permasalahan-permasalahan tertentu. Namun, ketertarikannya hilang ketika teman curhatnya menceritakan apa yang tak ia minati. Orang dengan kepribadian seperti ini mengkriteriakan pasangan yang cenderung high quality dan sepemahaman dengannya.

*Phlegmatis-Melankolis (Sincerity) : Pecinta damai sejati, pencari aman. Hampir sama dengan kombinasi kepribadian Melankolis-Phlegmatis. Orang-orang seperti ini sangat cinta damai dan cenderung lebih santai. Ciri-ciri orang berkepribadian seperti ini ialah sering membaca buku-buku yang ia sukai. Mereka sebenarnya menyukai keindahan tutur kata, namun terlalu segan untuk bertutur kata. Sehingga orang-orang seperti inilah yang biasanya terlihat pendiam dan cuek, tetapi sebenarnya dia sangat peka dan memperhatikan keadaan orang-orang di sekitarnya. Orang seperti ini biasanya diam-diam memperhatikan, diam-diam mencintai, diam-diam menyayangi. Ia seperti ketulusan sunyi yang tanpa pamrih. Tipe manusia dengan kombinasi ini tipe yang paliiing menerima orang apa adanya dengan tulus, mereka cenderung tertutup dan lebih melihat ke arah masalah orang lain dalam menatap masalahnya sendiri. Ia jarang bercerita tentang masalah pribadinya. Ia memendamnya, namun ia tak merasa tertekan karena memendam itu semua, karena yang ia yakini ialah bahwa masalah pribadi sebaiknya tidak dibawa ke publik, atau sekedar diceritakan ke teman-teman. Ia hanya bercerita pada beberapa orang terdekat, yang biasanya bisa dihitung jari. Mereka Terlihat biasa-biasa saja, tidak terlalu periang, tidak terlihat pemurung, terlihat sangat santai dan damai dalam menghadapi permasalahan dunia, menyukai dry humor, namun ia pun memiliki prinsip hidup yang kuat dalam dirinya, sama seperti orang dengan kepribadian melankolis-phlegmatis. Dan perbedaannya lagi, orang dengan tipe kombinasi kepribadian ini memang memiliki keyakinan atau pemahaman yang kuat akan sesuatu hal, namun ia tidak akan mendiskusikan perbedaan pemahaman tersebut dengan teman-teman yang satu pemahaman maupun yang berbeda. Menurutnya, perbedaan adalah hal yang tabu dibicarakan. Akan tetapi  jika ada yang mengajaknya diskusi mengenai ‘perbedaan’, ia akan bersedia namun akan sangat berhati-hati dalam menjelaskan. Orang dengan tipe kepribadian seperti ini membutuhkan pendamping yang lebih senang berbicara atau berdiskusi, untuk membimbingnya berdiskusi dan berbicara dengan nyaman tanpa tekanan, karena mereka cenderung tertutup dan pendiam tentang masalah-masalah tertentu.

Sanguinis-Phlegmatis (Popularity) : Si periang suasana. Tipe orang dengan kepribadian ini sangat amat suka bercanda dan jarang bisa diajak serius, sekalinya ia serius, tetap saja akan banyak mengundang tawa orang-orang di sekitarnya. Biasanya orang-orang dengan kepribadian ini berbakat menjadi pelawak atau penghibur. Ia ramah pada semua orang, hidup dengan santainya, tidak terlalu neko-neko, dan sangat menyenangkan di ajak bercanda. Mereka sering mengeyampingkan urusan-urusan atau tugas-tugas yang penting dan lebih senang berkumpul dengan teman-temannya. Jika ke toko buku, ia tidak akan fokus melihat buku-buku, melainkan membuntuti temannya yang sedang fokus mencari buku, kemudian mengajak temannya bercanda ataupun mengomentari apapun yang ia lihat di sana. Mereka sulit untuk fokus dan tidak terlalu rajin belajar. Namun mereka cerdas, sehingga meskipun mereka tidak belajar, bisa jadi nilai-nilainya bagus. Karena mereka menjalani permasalahan hidup dengan santai, jarang tertekan, menganggap dunia ini hanya guyonan yang tak perlu dibawa serius. Mereka membebaskan pikiran, dan kadang mengganggu orang-orang yang serius. Mereka biasanya sering membuat orang lain kesal namun juga bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak tanpa henti, meskipun dia sendiri tidak tertawa. Orang tipe ini tidak suka membaca buku-buku yang serius, tidak terlalu suka menonton film, dan jarang menggunakan sosial media. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, sifat mereka sangat sociable, ramah, dan banyak teman.

*Phlegmatis-Sanguinis (Exclusive Special) : Tak jauh berbeda dengan orang sanguinis-phlegmatis, orang-orang phlegmatis-sanguinis pun suka sekali bercanda, bersenda gurau, namun mereka lebih acuh tak acuh terhadap apa yang mereka katakan. Orang seperti ini biasanya sangat cerdas dan sangat cuek. Lebih kalem, damai, dan santai dari orang-orang sanguinis-phlegmatis, namun lebih menghayati jika sudah bercanda. Mereka kurang peka terhadap perasaan orang-orang sekitar, mereka seringkali tidak menyadari tanda-tanda, apakah orang telah tersinggung, ataukah tidak. Mereka lebih sering mengomentari hal-hal yang mereka lihat dan membahas dengan cara yang kocak tentang apa yang tidak mereka sukai. Mereka kreatif, tidak menyukai aturan namun tetap patuh aturan. Tidak pernah terlalu tertekan, namun lebih pemurung dari orang Sanguinis-Phlegmatis. Orang-orang tipe ini lebih dipandang sebagai anak-anak keren, baik itu karena mereka gaul, pintar, cerdas, kaya, ataupun eksklusif. Mereka sangat spesial dan tidak mudah menyukai orang. Orang-orang yang bisa menarik perhatian orang ‘phlegmatis-sanguinis’ adalah orang-orang hebat yang bisa menempatkan dirinya sesuai suasana. Mereka tak menyukai orang-orang yang ‘sok pintar’, ‘sok bijaksana’, ‘sok memimpin’ dan lain-lain. Mereka pun tidak menyukai orang-orang yang terlalu berlebihan. Mereka yang memiliki sifat ini paling terlihat jika tidak suka dengan seseorang. Mereka ekspresif dan apa adanya. Jika dia suka dengan seseorang, ia akan menunjukan prilaku yang baik dan bersahabat, namun jika ia tidak menyukai seseorang, ia tidak lantas berpura-pura ramah di depan, namun ia tak segan memperlihatkannya. Orang dengan tipe kepribadian ini memiliki kualitas yang tinggi dalam mencari pendamping hidup, yaitu seseorang yang bisa membuatnya nyaman dan kagum.

Selasa, 24 September 2013

MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN

       Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.
Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran. Disini saya akan memaparkan beberapa metode pembelajaran  yang dapat kita digunakan.

Macam-Macam Metode pembelajaran :


1. Metode Ceramah

Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.


Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.

3. Metode Demonstrasi

Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.

Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
macam-macam metode pembelajaran

Macam-Macam Metode pembelajaran


4. Metode Ceramah Plus

Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

5. Metode Resitasi

Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

6. Metode Eksperimental

Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.

7. Metode Study Tour (Karya wisata)

Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.

8. Metode Latihan Keterampilan

Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.

9. Metode Pengajaran Beregu

Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut

10. Peer Theaching Method

Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.

11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)

Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.

12. Project Method

Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

13. Taileren Method

Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya

14. Metode Global (ganze method)

Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.

Demikian macam-macam metode pembelajaran

Semoga dapat menjadi bahan acuan dalam menerapakan metode pembelajaran untuk peserta didik.
Buku acuan : Simamora, Roymond H. (2009). BUKU AJAR PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN. Jakarta : EGC


Read more: METODE PEMBELAJARAN >> Macam-Macam Metode Pembelajaran 

TEKNIK MENGAJAR YANG BAIK

           Seorang guru/instruktur/dosen harus memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi yang diajarkannya, bila tidak… maka yang terjadi adalah siswa/mahasiswa akan kurang faham, tidak menyukai mata pelajaran tersebut atau bahkan anda sendiri sebagai pengajar tidak disukai. Tidak pelit nilai mungkin hal yang bijak sebagai seorang pengajar dan tentunya anda akan menjadi pengajar favorit dikelas, tetapi hal ini tidak mendidik dan merugikan siswa yang anda didik. 

Berikut ini ada beberapa tips yang biasa saya lakukan bila menyampaikan materi dikelas : Sebelum Menyampaikan Materi : 

1. Pelajarilah kembali materi yang akan disampaikan dan buatlah rangkuman atau point-point penting pada materi tersebut, karena mungkin anda banyak mengajar mata pelajaran lainnya maka terkadang sudah agak lupa dengan materi ini sehingga perlu dipelajari lagi agar lebih siap. 

2. Buatlah diktat atau rangkuman yang dapat di fotocopy atau disalin oleh siswa, sehingga kita tidak perlu merujuk banyak buku kepada siswa. Hal ini juga memudahkan siswa sehingga ia tidak perlu banyak membeli buku. Apabila mata pelajarannya eksak/hitungan, buatlah rangkuman rumus kepada siswa. 

3. Siapkan soal-soal latihan sebanyak-banyaknya dan dibagi menjadi kategori ringan, sedang, dan susah. Rangkum semua soal tersebut dalam satu buku atau file dan buat memo disetiap soal tersebut… memo ini dibuat agar anda tahu kapan anda pernah memberikannya kepada siswa dan pada kelas berapa, sehingga soal yang sudah diberikan tidak disampaikan lagi pada pertemuan berikutnya. 

4. Milikilah absen siswa anda, dan buatlah tabel nilai dan presentase kemajuan siswa. Hal ini berguna agar anda dapat mengetahui apakah materi anda telah diserap dengan baik oleh siswa dan siswa mana yang perlu anda bimbing lebih ekstra agar nilainya tidak jatuh.

 Saat di Kelas : 
1. Buatlah suasana yang menarik dan tidak membosankan, untuk itu anda harus banyak latihan agar cara berbicara, sikap, dan metode ajar anda dapat diterima dengan baik oleh siswa. Menjadi guru yang garang dan terlalu disiplin terkadang akan membentuk siswa yang keras juga, untuk itu buatlah siswa takut karena hormat kepada anda dan bukan takut karena hukuman anda. Pernah ada siswa yang sangat nakal, namun ia justru malu dan takut dengan salah satu guru yang sangat dihormatinya. Berikan perhatian anda dengan penuh kasih sayang, bukan mencari kesalahan mereka.. 

2. Buatlah quiz di awal dan akhir penyampaian materi, bila waktu tidak memungkinkan lakukan hanya di akhir materi bukan diawalnya… hal ini dapat menjadi indikator apakah materi yang telah disampaikan sudah diterima dengan baik oleh siswa. Saya banyak mengalami quiz dilakukan hanya di awal materi, hal ini hanya membuang waktu dan tidak efisien karena secara logika tentunya siswa belum mengetahui materi yang akan disampaikan. Kalo soal quiznya materi hari kemaren itu namanya ulangan… jadi perlu bedakan antara quiz dengan ulangan yach… 

3. Sampaikan materi dengan menyampaikan point-point pentingnya saja, jangan terlalu banyak bertele-tele atau terlalu banyak bercerita yang bukan dalam ruang lingkup materi anda. Untuk materi eksak, perbanyaklah contoh soal… sampaikan perlahan dan buat agar siswa juga sama2 ikut berfikir. 

4. Lakukan sistem ajar yang lebih interaktif berupa tanya jawab, pancinglah siswa agar banyak bertanya. Selain itu ada juga perlunya anda bersenda gurau disela-sela penyampaian materi agar tidak terlalu tegang. 

5. Pekerjaan Rumah (PR) dapat anda berikan setiap akhir penyampaian materi, namun bila ternyata itu tidak efektif misalnya banyak yang tidak mengerjakan atau ternyata banyak yang saling mencontek pekerjaan teman2nya sebaiknya metode PR nya anda ubah misal dengan beda soal tiap siswa atau cara lainnya. Anda perlu melakukan evaluasi terhadap cara anda mengajar, ini bisa dilakukan dengan memberikan questioner pada siswa terhadap cara mengajar anda. Anda juga dapat melakukan quiz interaktif, yaitu dengan membaca soal satu persatu dan mahasiswa langsung menjawab.. anda berikan waktu yang terbatas untuk menjawab soal tersebut. Misal bacakan soal no. 1 kemudian langsung dijawab oleh siswa, setelah itu bacakan soal no.2 kemudian siswa menjawab, demikian seterusnya… metode ini membuat siswa berfikir cepat dan tidak dapat mencontek.....

Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia....
 Baca Selengkapnya di : HTTP://WWW.M-EDUKASI.WEB.ID/2013/06/TEKNIK-MENGAJAR-YANG-BAIK.HTML
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

Selasa, 17 September 2013

40 Fakta Unik Tubuh Manusia


Tubuh manusia menyimpan berbagai misteri yang sangat mengagumkan, meski kadang terlihat tidak masuk akal. Setidaknya ada 40 fakta dari tubuh manusia yang belum banyak diketahui dan terbilang aneh. Berikut adalah 40 fakta aneh tentang tubuh manusia yaitu:
1. Dalam tubuh manusia, sekitar 3 juta sel mati setiap menit.
2. Rata-rata orang kehilangan 40 hingga 100 helai rambut setiap harinya.
3. Partikel debu yang ditemukan di rumah sebagian besar berasal dari kulit mati tubuh manusia
4. Otak relatif lebih aktif pada malam hari dalam satu hari
5. Otak terdiri dari 80 persen air
6. Otak manusia mampu menangkap 20 juta informasi dalam 1 detik.
7. Bila kita merasa kesal, maka otak dan tubuh kita bereaksi keras dan bekerja ekstra sehingga menghasilkan zat-zat kimia dan hormon yang dapat menghasilkan air mata.
8. Setelah tiga minggu berlibur, IQ kita dapat berkurang hingga 20 persen.
9. Otot paling kuat dalam tubuh manusia adalah lidah
10. Bila kita tersenyum, kita menggunakan 10 otot di muka kita, namun jika kita cemberut membutuhkan 17 otot untuk menggerakkannya.
11. Untuk mengambil satu langkah, tubuh manusia menggunakan sekitar 200 otot.
12. Untuk menghasilkan suara ketika berbicara digunakan sekitar 72 otot
13. Mata dan hidung selalu tumbuh, tapi mata tetap dengan ukuran yang sama dari awal.
14. Mata berkedip 15.000 kali dalam sehari
15. Mata kita berkedip setiap 2-10 detik? Sementara Anda memusatkan perhatian pada setiap kata dalam kalimat ini, mata Anda bergerak maju mundur 100 kali dalam sedetik, dan dalam setiap detik retina melakukan 10 milyar kalkulasi seperti komputer
16. Gerak mata, ke arah kiri dapat membantu daya ingat yang berkaitan dengan warna.
17. Manusia pasti akan memejamkan mata saat bersin.
18. Kecepatan bersin dapat mencapai sekitar 250 kilometer per jamnya.
19. Semua fungsi tubuh berhenti ketika Anda bersin termasuk jantung, selama sekitar satu detik
20. Sel telur perempuan adalah sel terbesar dalam tubuh dan sperma laki-laki adalah sel terkecil
21. Ada sekitar 1 triliun bakteri ditemukan pada masing-masing kaki
22. Saat terlalu banyak makan, kemampuan pendengaran manusia menjadi berkurang
23. Kotoran telinga lebih banyak disekresikan oleh tubuh saat orang merasa takut
24. Sekitar 36.000 galon darah dipompa oleh jantung setiap hari
25. Sekitar 15 juta sel darah bisa hancur setiap detik
26. Jantung perempuan berdetak lebih cepat dari jantung laki-laki
27. Jantung berdebar lebih cepat bila seseorang berjalan cepat atau terlibat dalam argumen yang panas ketimbang pada saat melakukan hubungan seksual.
28. Telapak tangan dan kaki ternyata memiliki lebih banyak kelenjar keringat daripada bagian-bagian tubuh yang lainnya.
29. Ada sekitar 250.000 kelenjar keringat yang ditemukan pada sepasang kaki manusia
30. Setiap manusia pada saat konsepsi (pembuahan benih) menghabiskan sekitar setengah jam sebagai sel tunggal
31. Rata-rata perempuan mengucapkan 7.000 kata per hari, sedangkan laki-laki hanya 2.000 kata.
32. Golongan darah O adalah golongan darah yang paling umum di dunia
33. Manusia tidak merasa geli saat menggelitik tubuhnya sendiri.
34. Bayi manusia dilahirkan dengan 300 potong tulang, namun pada usia dewasa manusia hanya mempunyai 206 tulang di tubuhnya. Dari 206 tulang pada rata-rata tubuh orang dewasa, 54 terdapat di tangan dan 52 di kaki.
35. Sekitar 6 bulan sebelum bayi lahir, gigi sudah mulai tumbuh tapi belum muncul ke permukaan gusi.
36. Seorang bayi normal berusia 2 minggu bisa menghabiskan susu 400 gram hanya dalam 3 hari.
37. Sekitar 90% penderita penyakit lupus adalah perempuan
38. 80% dari semua orang yang tersambar petir adalah laki-laki.
39. Laki-laki dapat mengalami ereksi setiap satu setengah jam saat tidur
40. Orang lanjut usia lebih mudah terkena dehidrasi daripada orang muda, karena tubuh mereka kurang efektif dalam memberitahukan kapan mereka perlu minum.

Senin, 16 September 2013

Fenomena Deja Vu yang Misterius

Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.

Definisi Deja Vu
Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti "telah melihat". Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876.

Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.


Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal.

Recognition Memory
Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.

Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.

Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.

Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.

Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.

Teori-Teori Deja Vu
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.

Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :


Foto di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.

Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.

Gangguan akses memori
Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.

Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.

Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu "Subliminal". Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". "Sub" berarti bawah, sedangkan "Limin" berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.

Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.

Perhatian yang terpecah - teori ponsel
Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.

Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.

Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.

Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.

Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.

Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).

Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.

Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.

Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.

Sabtu, 14 September 2013

PSIKOLOGI PENDIDIKAN


A.     Pendahuluan

Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar (Whiterington, 1982:10). Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar. Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.
Karena konsentrasinya pada persoalan belajar, yakni persoalan-persoalan yang senantiasa melekat pada subjek didik, maka konsumen utama psikologi pendidikan ini pada umumnya adalah pada pendidik. Mereka memang dituntut untuk menguasai bidang ilmu ini agar mereka, dalam menjalankan fungsinya, dapat menciptakan kondisi-kondisi yang memiliki daya dorong yang besar terhadap berlangsungnya tindakan-tindakan belajar secara efektif.

B.     Mendorong Tindakan Belajar

             Pada umumnya orang beranggapan bahwa pendidik adalah sosok yang memiliki sejumlah besar pengetahuan tertentu, dan berkewajiban menyebarluaskannya kepada orang lain. Demikian juga, subjek didik sering dipersepsikan sebagai sosok yang bertugas mengkonsumsi informasi-informasi dan pengetahuan yang disampaikan pendidik. Semakin banyak informasi pengetahuan yang mereka serap atau simpan semakin baik nilai yang mereka peroleh, dan akan semakin besar pula pengakuan yag mereka dapatkan sebagai individu terdidik.
Anggapan-anggapan seperti ini, meskipun sudah berusia cukup tua, tidak dapat dipertahankan lagi. Fungsi pendidik menjejalkan informasi pengetahuan sebanyak-banyakya kepada subjek didik dan fungsi subjek didik menyerap dan mengingat-ingat keseluruhan  informasi itu, semakin tidak relevan lagi mengingat bahwa pengetahuan itu sendiri adalah sesuatu yang dinamis dan tidak terbatas. Dengan kata lain, pengetahuan-pengetahuan (yang dalam perasaan dan pikiran manusia dapat dihimpun) hanya bersifat sementara dan berubah-ubah, tidak mutlak (Goble, 1987 : 46). Gugus pengetahuan yang dikuasai dan disebarluaskan saat ini, secara relatif, mungkin hanya berfungsi untuk saat ini, dan tidak untuk masa lima hingga sepuluh tahun ke depan. Karena itu, tidak banyak artinya menjejalkan informasi pengetahuan kepada subjek didik, apalagi bila hal itu terlepas dari konteks pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun demikian bukan berarti fungsi traidisional pendidik untuk menyebarkan informasi pengetahuan harus dipupuskan sama sekali. Fungsi ini, dalam batas-batas tertentu, perlu dipertahankan, tetapi harus dikombinasikan dengan fungsi-fungsi sosial yang lebih luas, yakni membantu subjek didik untuk memadukan informasi-informasi yang terpecah-pecah dan tersebar ke dalam satu falsafah yang utuh. Dengan kata lain dapat diungkapkan bahwa menjadi seorang pendidik dewasa ini berarti juga menjadi “penengah” di dalam perjumpaan antara subjek didik dengan himpunan informasi faktual yang setiap hari mengepung kehidupan mereka.
Sebagai penengah, pendidik harus mengetahui dimana letak sumber-sumber informasi pengetahuan tertentu dan mengatur mekanisme perolehannya apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh subjek didik.Dengan perolehan informasi pengetahuan tersebut, pendidik membantu subjek didik untuk mengembangkan kemampuannya mereaksi dunia sekitarnya. Pada momentum inilah tindakan belajar dalam pengertian yang sesungguhya terjadi, yakni ketika subjek didik belajar mengkaji kemampuannya secara realistis dan menerapkannya untuk mencapai kebutuhan-kebutuhannya.
Dari deskripsi di atas terlihat bahwa indikator dari satu tindakan belajar yang berhasil adalah : bila subjek didik telah mengembangkan kemampuannya sendiri. Lebih jauh lagi, bila subjek didik berhasil menemukan dirinya sendiri ; menjadi dirinya sendiri. Faure (1972) menyebutnya sebagai “learning to be”.
Adalah tugas pendidik untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi berlangsungnya tindakan belajar secara efektif. Kondisi yang kondusif itu tentu lebih dari sekedar memberikan penjelasan tentang hal-hal yang termuat di dalam buku teks, melainkan mendorong, memberikan inspirasi, memberikan motif-motif dan membantu subjek didik dalam upaya mereka mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan (Whiteherington, 1982:77). Inilah fungsi motivator, inspirator dan fasilitator dari seorang pendidik.

C.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar

Agar fungsi pendidik sebagai motivator, inspirator dan fasilitator dapat dilakonkan dengan baik, maka pendidik perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar subjek didik. Faktor-faktor itu lazim dikelompokkan atas dua bahagian, masing-masing faktor fisiologis dan faktor psikologis (Depdikbud, 1985 :11).
1.   Faktor Fisiologis
Faktor-faktor fisiologis ini mencakup faktor material pembelajaran, faktor lingkungan, faktor instrumental dan faktor kondisi individual subjek didik.Material pembelajaran turut menentukan bagaimana proses dan hasil belajar yang akan dicapai subjek didik. Karena itu, penting bagi pendidik untuk mempertimbangkan kesesuaian material pembelajaran dengan tingkat kemampuan subjek didik ; juga melakukan gradasi material pembelajaran dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat lebih kompeks.
Faktor lingkungan, yang meliputi lingkungan alam dan lingkungan sosial, juga perlu mendapat perhatian. Belajar dalam kondisi alam yang segar selalu lebih efektif dari pada sebaliknya. Demikian pula, belajar padapagi hari selalu memberikan hasil yang lebih baik dari pada sore hari. Sementara itu, lingkungan sosial yang hiruk pikuk, terlalu ramai, juga kurang kondisif bagi proses dan pencapaian hasil belajar yang optimal.
Yang tak kalah pentingnya untuk dipahami adalah faktor-faktor instrumental, baik yang tergolong perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Perangkat keras seperti perlangkapan belajar, alat praktikum, buku teks dan sebagainya sangat berperan sebagai sarana pencapaian tujuan belajar. Karenanya, pendidik harus memahami dan mampu mendayagunakan faktor-faktor instrumental ini seoptimal mungkin demi efektifitas pencapaian tujuan-tujuan belajar.
Faktor fisiologis lainnya yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar adalah kondisi individual subjek didik sendiri. Termasuk ke dalam faktor ini adalah kesegaran jasmani dan kesehatan indra. Subjek didik yang berada dalam kondisi jasmani yang kurang segar tidak akan memiliki kesiapan yang memadai untuk memulai tindakan belajar.
2.   Faktor Psikologis
     Faktor-faktor psikologis yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar      
     jumlahnya banyak sekali, dan masing-masingnya tidak dapat dibahas secara
     terpisah.
Perilaku individu, termasuk perilaku belajar, merupakan totalitas penghayatan dan aktivitas yang lahir sebagai hasil akhir saling pengaruh antara berbagai gejala, seperti perhatian, pengamatan, ingatan, pikiran dan motif.
2.1.   Perhatian
Tentulah dapat diterima bahwa subjek didik yang memberikan perhatian intensif dalam belajar akan memetik hasil yang lebih baik. Perhatian intensif ditandai oleh besarnya kesadaran yang menyertai aktivitas belajar. Perhatian intensif subjek didik ini dapat dieksloatasi sedemikian rupa melalui strategi pembelajaran tertentu, seperti menyediakan material pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan subjek didik, menyajikan material pembelajaran dengan teknik-teknik yang bervariasi dan kreatif, seperti bermain peran (role playing), debat dan sebagainya.
Strategi pemebelajaran seperti ini juga dapat memancing perhatian yang spontan dari subjek didik. Perhatian yang spontan dimaksudkan adalah perhatian yang tidak disengaja, alamiah, yang muncul dari dorongan-dorongan instingtif untuk mengetahui sesuatu, seperti kecendrungan untuk mengetahui apa yang terjadi di sebalik keributan di samping rumah, dan lain-lain. Beberapa hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa perhatian spontan cendrung menghasilkan ingatan yang lebih lama dan intensif dari pada perhatian yang disengaja.
2.2.  Pengamatan
Pengamatan adalah cara pengenalan dunia oleh subjek didik melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, pembauan dan pengecapan. Pengamatan merupakan gerbang bai masuknya pengaruh dari luar ke dalam individu subjek didik, dan karena itu pengamatan penting artinya bagi pembelajaran.
Untuk kepentingan pengaturan proses pembelajaran, para pendidik perlu memahami keseluruhan modalitas pengamatan tersebut, dan menetapkan secara analitis manakah di antara unsur-unsur modalitas pengamatan itu yang paling dominan peranannya dalam proses belajar. Kalangan psikologi tampaknya menyepakati bahwa unsur lainnya dalam proses belajar. Dengan kata lain, perolehan informasi pengetahuan oleh subjek didik lebih banyak dilakukan melalui penglihatan dan pendengaran.
Jika demikian, para pendidik perlu mempertimbangkan penampilan alat-alat peraga di dalam penyajian material pembelajaran yang dapat merangsang optimalisasi daya penglihatan dan pendengaran subjek didik. Alat peraga yang dapat digunakan, umpamanya ; bagan, chart, rekaman, slide dan sebagainya.
2.3.  Ingatan
Secara teoritis, ada 3 aspek yang berkaitan dengan berfungsinya ingatan, yakni (1) menerima  kesan, (2) menyimpan kesan, dan (3) memproduksi kesan. Mungkin karena fungsi-fungsi inilah, istilah “ingatan” selalu didefinisikan sebagai kecakapan untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan.
Kecakapan merima kesan sangat sentral peranannya dalam belajar. Melalui kecakapan inilah, subjek didik mampu mengingat hal-hal yang dipelajarinya.
Dalam konteks pembelajaran, kecakapan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya teknik pembelajaran yang digunakan pendidik. Teknik pembelajaran yang disertai dengan penampilan bagan, ikhtisar dan sebagainya kesannya akan lebih dalam pada subjek didik. Di samping itu, pengembangan teknik pembelajaran yang mendayagunakan “titian ingatan” juga lebih mengesankan bagi subjek didik, terutama untuk material pembelajaran berupa rumus-rumus atau urutan-urutan lambang tertentu. Contoh kasus yang menarik adalah mengingat nama-nama kunci nada g (gudeg), d (dan), a (ayam), b (bebek) dan sebagainya.
Hal lain dari ingatan adalah kemampuan menyimpan kesan atau mengingat. Kemampuan ini tidak sama kualitasnya pada setiap subjek didik. Namun demikian, ada hal yang umum terjadi pada siapapun juga : bahwa segera setelah seseorang selesai melakukan tindakan belajar, proses melupakan akan terjadi. Hal-hal yang dilupakan pada awalnya berakumulasi dengan cepat, lalu kemudian berlangsung semakin lamban, dan akhirnya sebagian hal akan tersisa dan tersimpan dalam ingatan untuk waktu yang relatif lama.
Untuk mencapai proporsi yang memadai untuk diingat, menurut kalangan psikolog pendidikan, subjek didik harus mengulang-ulang hal yang dipelajari dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Implikasi pandangan ini dalam proses pembelajaran sedemikian rupa sehingga memungkinkan bagi subjek didik untuk mengulang atau mengingat kembali material pembelajaran yang telah dipelajarinya. Hal ini, misalnya, dapat dilakukan melalui pemberian tes setelah satu submaterial pembelajaran selesai.
Kemampuan resroduksi, yakni pengaktifan atau prosesproduksi ulang hal-hal yang telah dipelajari, tidak kalah menariknya untuk diperhatikan. Bagaimanapun, hal-hal yang telah dipelajari, suatu saat, harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan tertentu subjek didik, misalnya kebutuhan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam ujian ; atau untuk merespons tantangan-tangan dunia sekitar.
Pendidik dapat mempertajam kemampuan subjek didik dalam hal ini melalui pemberian tugas-tugas mengikhtisarkan material pembelajaran yang telah diberikan.
2.4.  Berfikir
Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam didi seseorang yang berupa pengertian-perngertian. Dari gambaran ini dapat dilihat bahwa berfikir pada dasarnya adalah proses psikologis dengan tahapan-tahapan berikut : (1) pembentukan pengertian, (2) penjalinan pengertian-pengertian, dan (3) penarikan kesimpulan.
Kemampuan berfikir pada manusia alamiah sifatnya. Manusia yang lahir dalam keadaan normal akan dengan sendirinya memiliki kemampuan ini dengan tingkat yang reletif berbeda. Jika demikian, yang perlu diupayakan dalam proses pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan ini, dan bukannya melemahkannya. Para pendidik yang memiliki kecendrungan untuk memberikan penjelasan yang “selengkapnya” tentang satu material pembelajaran akan cendrung melemahkan kemampuan subjek didik untuk berfikir. Sebaliknya, para pendidik yang lebih memusatkan pembelajarannya pada pemberian pengertian-pengertian atau konsep-konsep kunci yang fungsional akan mendorong subjek didiknya mengembangkan kemampuan berfikir mereka. Pembelajaran seperti ni akan menghadirkan tentangan psikologi bagi subjek didik untuk merumuskan kesimpulan-kesimpulannya secara mandiri.
2.5.  Motif
Motif adalah keadaan dalam diri subjek didik yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu. Motif boleh jadi timbul dari rangsangan luar, seperti pemberian hadiah bila seseorang dapat menyelesaikan satu tugas dengan baik. Motif semacam ini sering disebut motif ekstrensik. Tetapi tidak jarang pula motif tumbuh di dalam diri subjek didik sendiri yang disebut motif intrinsik. Misalnya, seorang subjek didik gemar membaca karena dia memang ingin mengetahui lebih dalam tentang sesuatu.
Dalam konteks belajar, motif intrinsik tentu selalu lebih baik, dan biasanya berjangka panjang. Tetapi dalam keadaan motif intrinsik tidak cukup potensial pada subjek didik, pendidik perlu menyiasati hadirnya motif-motif ekstrinsik. Motif ini, umpamanya, bisa dihadirkan melalui penciptaan suasana kompetitif di antara individu maupun kelompok subjek didik. Suasana ini akan mendorong subjek didik untuk berjuang atau berlomba melebihi yang lain.Namun demikian, pendidik harus memonitor suasana ini secara ketat agar tidak mengarah kepada hal-hal yang negatif.
Motif ekstrinsik bisa juga dihadirkan melalui siasat “self competition”, yakni menghadirkan grafik prestasi individual subjek didik.Melalui grafik ini, setiap subjek didik dapat melihat kemajuan-kemajuannya sendiri. Dan sekaligus membandingkannya dengan kemajuan yang dicapai teman-temannya.Dengan melihat grafik ini, subjek didik akan terdorong untuk meningkatkan prestasinya supaya tidak berada di bawah prestasi orang lain.